Subscribe

Untuk berlangganan artikel Masukkan email anda:

Delivered by FeedBurner



IdeBagus - Web Design dan hosting untuk website Indonesia

Upload file dapet duit :

STOP !!! PEMBOROSAN BIAYA BROWSING

UNTUK MENCARI DATA SKRIPSI


Pernahkah anda menghitung berapa besar biaya yang ternyata dikeluarkan untuk biaya browsing internet untuk mencari data bagi penyusunan Skripsi/Tugas Akhir anda...?

Jika kita asumsikan biaya online Rp.3000/Jam, maka biaya browsing sebulan dapat menembus angka Rp.300.000 lebih bila setiap hari browsing menggunakan rata-rata waktu selama 3 Jam. Woooow......! Biaya yang cukup besar bro.....

Ditambah lagi dengan waktu dan tenaga yang tersita plus Rasa Kesal ketika browsing tidak menghasilkan data-data yang sebenarnya dicari :)

Atau anda ingin membayar pada jasa pembuatan skripsi dengan biaya Rp.2.000.000 ???? Gimana tuh kita dapetin duit segitu bro…….

Untuk itulah web sederhana ini gue buat bro..!

Sebagai SOLUTION bagi anda yang mencari data skripsi dan Pengelola halaman web ini. Dimana anda akan dibebani semacam biaya jasa (buat ngganti uang publikasi web dan uang rokok buat yang nyusun skripsinya bro…) untuk penggunaan data skripsi kepada pihak Pengelola sebagai pembangun dan penyedia data skripsi yang semoga dapat mempercepat dan membantu proses penyelesaian Tugas Akhir/ Skripsi anda.. Cukup adil kan bro….. He..he..he… :)

Untuk setiap data skripsi yang tersedia dapat di download langsung dibagian bawah. Simpelnya, jika anda tertarik menggunakan layanan penyediaan data skripsi ini, langkah-langkahnya adalah : DOWNLOAD, TRANSFER DUIT Dan BUKA FILE DENGAN KIRIMAN PASWORD.
Untuk Lebih Jelasnya dapat dilihat pada Cara Pemesanan di bawah ini :


Langkah-Langkah Cara Pemesanan :

1.Biaya jasa dapat dilihat pada "RINCIAN BIAYA JASA" di bawah ini (untuk pemesanan lebih satu data skripsi)

2.Download data skripsi pada link yang tersedia. Data skripsi masih ter-password. Ikuti "Cara Pemesanan" ini untuk kenyamanan bersama.

3.Kirim SMS ketik : DAFTAR TA : Nama, Alamat, no. telp, dan Nomor Judul - judul data skripsi yang anda pesan ke Nomor : 085792002898 atau ke dark4605@gmail.com.
Contoh SMS :
DAFTAR TA : arwany, jl.kemerdekaan no.23 Sorosutan Jogja, 1,2.

Contoh email :
Subject : DAFTAR TA. Isi : arwany, jl.kemerdekaan no.23 Sorosutan Jogja, 085643071327, 1,2.

4.Anda akan menerima SMS/ email balasan yang menyebutkan No. Rekening tujuan.
Cat : Anda akan mendapat kiriman digit angka unik. Misal : Rp.50.312,- dan transfer sesuai digit angka unik tersebut untuk keamanan transfer anda.

5.Lakukan transfer ke rekening tujuan dan segera lakukan konfirmasi balik dengan SMS kepada kami.

6.Jika transfer anda telah masuk kepada kami, maka password langsung dikirim melalui SMS ke Hp atau email anda.

7.Jika ada pertanyaan atau hal yang kurang dimengerti silahkan hubungi kami melalui telp/sms ke nomor : 0838 688 0960 atau email dark4605@gmail.com atau YM dark4605@yahoo.co.id

Semoga bermanfaat dan sukses, Thanks Bro…….

RINCIAN BIAYA JASA :

1 judul skripsi jurusan Teknik Informatika = Rp.50.000
2 judul skripsi jurusan Teknik Informatika = Rp.100.000
3 judul skripsi jurusan Teknik Informatika = Rp.125.000

Selain jurusan Teknik Informatika setiap judul = Rp.25.000.

Khusus pemesanan lebih dari 2 judul T. Informatika akan mendapatkan bonus program lengkap source code :
1.Perangkat Lunak Icon Editor
2.Perangkat Lunak Pembentukan Flowchart
3.Perangkat Lunak Pengolahan Citra 1
4.Perangkat Lunak Pengolahan Citra 2
5.Program Pengucapan Teks Bahasa Indonesia
6.Othello

DAFTAR SKRIPSI


Skripsi Teknik Informatika :
1.Perancangan Perangkat Lunak Penerapan Metode Pencarian Relatif (Hash Search)
2.Perancangan Perangkat Lunak Pembelajaran Pohon Ekspresi (Expression Tree)
3.Perangkat Lunak Simulasi Producer-Consemer Problem (Memodelkan Sistem Operasi)
4.Perangkat Lunak Pembelajaran Penerapan Modus Pengalamatan Dan Operasi Aritmatika Pada Mikroprosesor Intel 8088/8086
5.Membangun Aplikasi Pembelajaran Penyederhanaan Fungsi Boolean Dengan Metode Quine-McCluskey
6.Sistem Pemantau Suhu Udara Suatu Daerah Melalui Media Wireless Berbasis Mikrokontroler 89S52

Skripsi Manajemen :
1.Analisis Kualitas Pelayanan Konsumen ATM BPD Kantor Pusat Yogyakarta
2.Analisis Loyalitas Konsumen Terhadap Kartu Selular Simpati
3.Analisis Sikap Konsumen Terhadap Atribut Produk Mobil Honda Jazz di Yogyakarta
4.Analisis Sikap Konsumen Terhadap Produk Jamu Orangin dari PT. AIR MANCUR di Wonogiri
5.Pengaruh Atribut Produk Terhadap Keputusan Pembelian Kaos C-59
Dan masih ada ratusan skripsi lainnya...

Skripsi Keuangan :
1.ANALISIS RETURN DAN AKTIVITAS VOLUME PERDAGANGAN SAHAM-SAHAM LQ45 PRA DAN PASCA KENAIKAN HARGA BBM
2.PENGARUH EARNING PER SHARE (EPS), PRICE EARNING RATIO (PER), RETURN ON INVESMENT (ROI), RETURN ON EQUITY (ROE) TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA
3.PENGARUH HARI PERDAGANGAN SAHAM TERHADAP RETURN SAHAM PORTOFOLIO DI BURSA EFEK JAKARTA PERIODE 1 JANUARI – 31 DESEMBER 2002
4.PENGARUH KURS VALUTA ASING TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM SEKTOR PROPERTY DAN REAL ESTATE DI BURSA EFEK JAKARTA
5.PENGARUH CURRENT RATIO (CR), DEBT TO EQUITY RATIO (DER), RETURN ON EQUITY (ROE), PRICE EARNING RATIO (PER), DAN PRICE TO BOOK VALUE (PBV) TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK JAKARTA
Dan masih ada ratusan skripsi lainnya...

Maaf saat ini hanya itu yang tersedia.


Thanks Bro……..Salam sukses…..!!


Cari apa aja di sini :

Senin, 30 November 2009

Overclocking Prosessor Intel Core i7 Part I

Sebelum lebih jauh mengupas tentang bagaimana overclock pada prosessor Intel Core i7, terlebih dahulu saya ingin memperkenalkan teknologi prosessor ini dan perbedaannya dengan teknologi yang ada sebelumnya.



IMC (Integrated Memory Controller) & Triple Channel DDR3

Perbedaan mendasar antara teknologi Core i7 dengan teknologi Core 2 Duo/Core2 Quad terletak pada IMC (Integrated Memory Controller). Pada Core2 Duo/Core 2 Quad, IMC tertanam di dalam chipset (X38, X48, P45, dan sebagainya). Hal ini menyebabkan kemampuan throughput dari memory sangat tergantung dari kemampuan chipset. Sedangkan pada Core i7, IMC dipindahkan ke prosesor sehingga chipset secara teoritis dapat bekerja lebih ringan dan throughput kecepatan memory bandwidth lebih cepat karena tidak perlu lagi melewati chipset (Northbridge).

Perbedaan arsitektur Core 2 Duo/Core2 Quad dengan Core i7

Front Side Bus 1066, 1333 dan 1600 MHz yang dikenal pada prosessor Core2 Duo/Core2 Quad berganti menjadi QPI (Quick Path Interconnect) pada Core i7. Demikian juga kecepatan FSB yang dulunya maksimal 1.6 GT/s berlipat menjadi 6.4 GT/s. Hal ini dikarenakan kecepatan memory controller internal pada CPU lebih efektif dibandingkan memory controller pada Northbridge, belum lagi ditambah implementasi Triple Channel DDR3 pada platform Core i7. Walaupun, manfaat atau efek implementasi Triple Channel DDR3 ini masih belum begitu signifikan pada aplikasi nyata.

Sebagai tambahan, pada Core i7 Intel kembali mengimplementasikan teknologi Hyperthreading (HT) atau juga dikenal Simultaneous Multi Threading (SMT). Total inti prosessor pada Core i7 berjumlah 4 buah inti (core) dan masing masing inti memiliki SMT, sehingga total ada 8 thread pada sebuah prosessor Core i7.

QPI (Quick Path Interconnect)

QPI adalah kecepatan bus pengganti FSB, kalau FSB adalah jalur transmisi data antara chipset, prosessor dan memory, QPI lebih sederhana lagi. QPI adalah kecepatan transmisi data dari prosessor ke chipset. Bila sebelumnya kita mengenal Northbridge sebagai chipset yang mengatur prosessor, memory dan jalur PCI-E, maka pada Core i7, chipset dikenal dengan nama IOH (Input-Output Hub) yang bertugas sebagai jalur input dan output dari seluruh sistem.

Bclk (CPU Host Frequency) & CPU Multiplier

Total clock atau total frekuensi sebuah prosessor Core i7 adalah hasil dari perkalian CPU Host Frequency (Bclk) dengan CPU Multiplier (CPU Ratio). Sebagai contoh, sebuah prosessor Core i7-965 Extreme Edition memiliki kecepatan sebesar 3.2 GHz, kecepatan ini berasal dari hasil perkalian 24 (CPU Ratio) dengan 133 MHz (Bclk).

24 x 133 MHz = 3192 MHz (dibulatkan menjadi 3200 MHz)

Untuk mengubah settingan ini di dalam BIOS (penulis menggunakan motherboard GIGABYTE EX58-Extreme) masuk ke sub menu M.I.T. Disitu ada pilihan perubahan frekuensi Bclk dari 1 hingga 1200 dan CPU Clock Ratio dari 1x hingga 44x (tergantung dari jenis prosessor yang dipakai). Perubahan pada angka Bclk otomatis akan mengubah frekuensi total prosessor.

Contoh :
24 x 150 MHz = 3600 MHz (3.6 GHz)

Dengan mengubah Bclk (CPU Host Frequency) dari 133 menjadi 150, Anda akan mendapatkan kecepatan prosessor sebesar 3600 MHz (3.6GHz). Nilai ini 400 MHz lebih tinggi dari kecepatan standar prosessor Core i7-965 Extreme Edition.

Khusus untuk Core i7-965 Extreme, overclocking juga dapat dilakukan dengan mengubah nilai CPU Ratio atau CPU Multiplier.

Contoh :

28 x 133 MHz = 3724 MHz (3.724 GHz)


Dengan mengubah nilai CPU Clock Ratio dari 24 menjadi 28, akan didapatkan frekuensi prosessor sebesar 3724 MHz dari kecepatan standar 3200 MHz. Sekali lagi perlu diperhatikan, overclocking dengan mengubah CPU Clock Ratio hanya berlaku untuk prosessor jenis Core i7-965 Extreme. Untuk Core i7-920 dan 940 CPU Clock Ratio tidak dapat diubah ke angka yang lebih tinggi, karena secara fabrikasi Intel telah mengunci CPU Clock Ratio. Untuk Core i7-920 dan 940, overclocking hanya dapat dilakukan dengan mengubah CPU Host Frequency (Bclk).

Perlu diingat, pada kondisi ter-overclock, faktor kestabilan sistem harus diperhatikan. Ketidakstabilan dapat terjadi karena banyak hal, salah satunya diakibatkan kecepatan QPI yang ikut naik (bila Bclk yang dinaikkan), faktor lainnya adalah kecepatan DDR3 dan Uncore Frequency yang ikut naik dari standarnya.

QPI standar prosessor Intel Core i7-965 Extreme adalah 6.4 GT/s dengan Bclk sebesar 133 MHz, Uncore Frequency 2.66 GHz dan DDR3 pada kecepatan 1333 MHz. Perhatikan gambar di atas, jika Bclk dinaikkan sebesar 150 MHz akan berdampak pada naiknya frekuensi QPI, Uncore dan DDR3, ketiga komponen ini erat dan saling ketergantungan dengan Bclk. Bila salah satu dari ketiga komponen ini bekerja pada kondisi tidak normal atau pada kecepatan lebih tinggi dari standar dan toleransi telah terlewati akan menyebabkan ketidakstabilan pada system. Contoh ketidakstabilan system berupa restart tanpa sebab, tidak dapat masuk ke operating system, aplikasi sering error dan masih banyak lagi. Untuk mengatasi ketidakstabilan system teroverlock, disediakan divider atau ratio pada masing masing komponen QPI, Uncore dan DDR3.

Artikel terkait :



0 komentar:

Posting Komentar